Dirjen PHPL-KLHK Hilmi Nugroho (pegang mic) saat jumpa pers

Jakarta ( PEDIA ) – Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Industri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen PHPL-KLHK), Hilman Nugroho, mengatakan bahwa potensi hasil hutan bukan kayu/HHBK bakal digenjot lebih besar lagi untuk mensejahterakan masyarakat. “Nilai hasil hutan kayu hanya sekitar lima persen, sedangkan yang HHBK 95 persen seperti jasa lingkungan/jasling, wisata alam, karbon dan lainnya,” ucap Hilman saat jumpa pers sambut Kick Off Pengembangan Usaha Hasil Hutan Bukan Kayu dan Jasa Lingkungan Berbasis Masyarakat Menuju Revolusi Industri 4.0 di Jakarta (10/5).

Kick Off yang akan digelar esok Jumat (11/5), menekankan pada upaya membangun kesepahaman dan komitmen para pihak dalam pengembangan usaha HHBK/Jasling berbasis masyarakat, mewujudkan industrialisasi dan hilirisasi HHBK dan Jasling serta membuka peluang pasar offline menjadi online. “Kami akan mengajak toko online Shopee untuk membantu upaya pemasaran hasil HHBK,” jelas Johan Utama Perbatasari, Direktur Usaha Jasa Lingkungan dan HHBK yang ikut dalam jumpa pers.

Acara Kick Off bakal dihadiri hampir 500 peserta lintas kementerian, lembaga, yang juga diselingi dengan pemberian simbolik alat ekonomi produktif, rumah bambu tahan gempa, talk show yang dipimpin Andy F. Noya, pentas seni dari Sam Bimbo, baca puisi oleh Taufik Ismail, dan lain-lain.

Dalam acara ini tentunya juga ada diskusi yang membahas peluang usaha HHBK dan Jasling dengan tematik berupa komoditi tertentu seperti aren, rotan, bambu, madu, gaharu, kopi, minyak kayu putih dan jasling wisata alam dengan berbagai nara sumber terkait topik (ma). | Foto: Abri | Jaringan Tanah Impian