Sehat Pedia

Pengamat: Parpol Sedikit Tak Menjamin Demokrasi Sehat

Jumlah partai politik peserta pemilu yang sedikit, belum tentu membuat proses demokrasi semakin sehat.

"Belum tentu kalau pemilu hanya diikuti 2-3 parpol, demokrasi berjalan bagus. Parpol yang berjumlah banyak pun ada bagusnya karena tidak ada parpol yang mendominasi," kata pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang, Teguh Yuwono di Semarang, Senin (11/11).

Pengajar FISIP Undip itu mengakui, 12 parpol peserta Pemilu 2014 sebenarnya sudah cukup ideal dibandingkan pemilu sebelumnya yang jumlahnya mencapai puluhan. Menurutnya, semakin sedikit parpol yang mengikuti pemilu, lebih memudahkan masyarakat mengidentifikasi berdasarkan ideologi politik yang diusung masing-masing parpol. "Memang tidak ada angka ideal parpol harus berapa. Tidak bisa sesederhana diangkakan idealnya harus dua, tiga, atau empat parpol karena penyederhanaan parpol itu bisa berjalan alamiah," katanya.

Parpol yang benar-benar diinginkan masyarakat, kata dia, tentunya akan memperoleh dukungan besar, sebaliknya parpol yang tidak didukung masyarakat tentunya mendapatkan dukungan yang sedikit.

Kalau mau jujur, kata dia, sebenarnya hanya ada dua ideologi parpol di Indonesia, yakni agama dan nasionalis, tetapi bukan perkara mudah untuk menggabungkan parpol-parpol dengan ideologi sama.

"Misalnya saja, Golkar dan PDI Perjuangan, kan sama-sama partai nasionalis. Tetapi, apa ya mau mereka digabungkan? Kan ya tidak mungkin mau. Memang bukan perkara mudah menyederhanakan parpol," katanya.

Dikatakannya, penyederhanaan parpol sebenarnya bisa dilakukan melalui regulasi yang mengatur PT (parliamentary threshold) dan ET (electoral threshold) sebagaimana sekarang sebesar 3,5 persen.

"Sebenarnya, PT sebesar 3,5 persen sekarang ini sudah membuat sederhana parpol karena cukup susah dipenuhi parpol. Kalau mau jumlah parpol disederhanakan lagi ya naikkan jadi 5-10 persen," katanya.

Namun, sebaiknya perlu melihat hasil Pemilu 2014 nanti sebelum membicarakan lebih jauh wacana penyederhanaan parpol, meski secara internasional kebanyakan negara menetapkan PT dan ET 7,5 persen.

"Lihat dulu hasil Pemilu 2014 nanti. Kalau saya menilai, jumlah peserta Pemilu 2014 sebanyak 12 parpol sebenarnya sudah cukup sederhana, mudah diingat masyarakat dibandingkan pemilu sebelumnya," kata Teguh menandaskan.

Sumber : http://www.republika.co.id