Error
  • The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

Buah Khas Bogor

Buah Kenari Khas Kota Bogor

Buah KenariPohon Kenari memiliki sejarah tersendiri di Kota Bogor. Selain dikenal dengan nama Kota Hujan, Bogor sempat dikenal dengan sebutan Kota Kenari. Hal ini dikarenakan oleh banyaknya pohon kenari yang tumbuh di Bogor. Bahkan Pohon Kenari saat ini sudah ditetapkan sebagai ciri khas Flora Kota Bogor.

Pohon kenari jika sudah cukup tua bisa memiliki batang yang besar, dan daun yang rimbun. Walaupun rimbun, guguran pohon kenari relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan pohon-pohon jenis lain yang juga biasa ditanam di pinggir jalan, seperti pohon mahoni.

Pohon kenari memiliki Buah yang keras, sehingga biasa disebut dengan Biji Kenari. Buah kenari ini biasa dijadikan makanan oleh tupai. Oleh sebagian pengrajin di Bogor, buah kenari juga dijadikan sebagai bahan kerajinan tangan. Gantungan kunci dari buah kenari sudah sejak lama dikenal sebagai cinderamata khas kota Bogor yang biasa dijajakan di sekitar pintu masuk Kebun Raya Bogor.

Selain di jalan Pemuda dan jalan Ahmad Yani, pohon kenari juga dapat ditemui di Kebun Raya Bogor. Bahkan nama jalan selepas gerbang utama Kebun Raya Bogor pun diberi nama jalan Kenari. Sama seperti jalan Pemuda dan jalan Ahmad Yani, kedua sisi jalan di dalam Kebun Raya Bogor ini juga ditanami pohon-pohon kenari.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor, Jumlah pohon kenari di sepanjang ruas jalan Ahmad Yani dan jalan Pemuda saja mencapai 130 pohon. Belum lagi bila ditambahkan dengan pohon-pohon kenari di jalan-jalan lainnya.

Gunana Buah Kemang Khas Kabupaten Bogor

Buah KemangKemang (Mangifera kemanga) merupakan tanaman yang mulai langka di Indonesia. Pohon kemang yang mempunyai buah khas berbau harum, dengan rasa yang masam manis ini, juga telah ditetapkan sebagai flora identitas kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sayangnya, tumbuhan ini mulai langka dan sulit ditemukan.

Flora identitas kabupaten Bogor ini mempunyai nama Indonesia, di daerah Kalimantan Timur sering disebut sebagai Palong, sedangkan berdasarkan nama ilmiahnya, Kemang dinamakan Mangifera Kemanga, yang bersinonim dengan Mangifera Polycarpa dan Mangifera Caesia.

Ciri-ciri Kemang, antara lain; tinggi dapat mencapai 45 m dengan garis tengah batang mencapai 120 cm. Tajuk tumbuhan langka ini berbentuk menyerupai kubah dengan percabangan yang tidak terlalu rapat. Kulit batang kemang berlekah dan mengandung getah yang dapat menyebabkan iritasi.

Daun kemang berbentuk jorong sampai lanset. Daun-daunnya seringkali mengumpul di ujung-ujung percabangan. Tangkai daun agak duduk (bertangkai sangat pendek) pada ranting. Tepi daun tanaman yang langka ini terlihat menyempit di sekitar pangkal daunnya.

Perbungaan malai di ujung-ujung percabangan. Bunga kemang (Mangifera kemanga) berwarna merah muda pucat dan beraroma harum. Buah kemang, berbentuk bulat telur terbalik sampai lonjong dengan kulit buah tipis dan berwarna coklat kuning suram apabila masak.

Daging buah kemang berwarna keputihan, lunak, berair dan berserat. Aroma buah kemang sangat khas dan tajam sedangkan rasa buahnya mulai asam sampai manis. Biji kemang jorong sampai lanset.

Musim berbunga pohon kemang dimulai bulan Oktober sampai Desember. Sedang musim berbuahnya terjadi pada musim penghujan yaitu mulai bulan November sampai Maret.

Habitat, Persebaran, dan Pembudidayaan. Pohon kemang umumnya tumbuh di dataran rendah di daerah tropika basah di bawah ketinggian 400 m dpl. walaupun dapat dijumpai juga hingga ketinggian 800 m dpl. Tanaman penghasil buah langka ini memerlukan persebaran curah hujan yang merata sepanjang tahun, dan tumbuh baik di pinggiran sungai yang secara berkala tergenang air.

Pohon langka kemang ini tersebar secara alami di semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan, dan Jawa terutama bagian barat. Di sekitar Kabupaten Bogor, tumbuhan ini banyak dibudidayakan sehingga tidak mengherankan jika kemudian berdasarkan SK Bupati Nomor 522/185/kpts/Huk/1996, kemang ditetapkan sebagai Flora Identitas Kabupaten Bogor.

Buahnya yang segarĀ  dimakan ketika buah telah benar-benar masak. Buah ini dapat juga dijadikan campuran dalam es buah, atau digunakan juga sebagai bahan pembuatan sirup (Sari Buah).

Buah yang masih muda digunakan sebagai bahan rujak. Biji buah kemang juga sering dimakan dengan diiris-iris tipis dan setelah dibumbui dan ditambahi kecap. Daun Kemang yang masih muda dapat dijadikan lalapan.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Filum: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Sapindales; Famili: Anacardiaceae; Genus: Mangifera; Spesies: Mangifera kemanga; Sinonim: Mangifera polycarpa, Mangifera caesia. Nama binomial Mangifera kemanga (Blume, 1850).

Gunana Buah Bisbul Khas Bogor

Buah BisbulBuah Bisbul memiliki nama ilmiah Diospyros blancoi A.DC, atau Buah Mendega, atau disebut juga buah ini dikenal dengan buah Samolo. Menurut Catatan, tanaman Bisbul ini sudah tumbuh lebih dari seratus tahun di daerah Bogor selatan, Kota Bogor.

Buah Bisbul masih satu famili dengan buah Kesemek, namun yang membedakannya, Bisbul biasanya tumbuh di daerah rendah, dan berhawa panas. Sedangkan Kesemek tumbuh di daerah dataran tinggi yang berhawa sejuk. Juga buah Kesemek dikenal dengan buah berbedak,sementara Bisbul memiliki bulu-bulu halus pada kulit buahnya.

Pada saat muda, warna kulit buah ini berwarna hijau muda berbulu. Ketika menjelang masak warna kulitnya berubah menjadi hijau kecoklatan, atau coklat kemerahan, dan pada saat masak, warnanya berubah menjadi merah terang dan agak kusam.

Daging buah berwarna keputihan, agak keras dan padat, agak kering, manis agak sepat dan berbau harum. Berbau menyengat mirip keju, dan durian. Bagi sebagian orang bisa menimbulkan rasa mual. Bijinya dapat mencapai 10 butir, berkulit kecoklatan, berbentuk baji agak mirip keping buah jeruk.