Error
  • The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

Destinasi Wisata Sejarah ke Moseleum Van Motman Kec. Leuwisadeng Kab. Bogor

Moseleum Van Motman terletak di Kampung Pilar, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Dalam catatan dokumen sejarah peninggalan Belanda, daerah ini lebih dikenal dengan nama Djamboe.

Untuk mencapai lokasi ini, Anda dapat menempuh + 25 kilometer dari Bogor ke arah Jasinga, sementara untuk tepat sampai di Moseleum dari jalan raya, Anda dapat berjalan kaki selama + 6 menit.

Bangunan ini didirikan oleh Pieter Reinier van Motman, tuan tanah perkebunan Dramaga ketiga. Gedung berwarna putih yang terlihat kusam ini memiliki kubah, sebagai replika dari gereja Santo Petrus di Kota Roma, Italy. Sehingga  bangunan peninggalan sejarah ini menjadi sangat menarik, untuk dikunjungi. Ibarat kita travel ke Italy tanpa passport.

Saat memasuki gerbang pemakaman, akan terlihat tulisan pada bangunan Form: P.R.VMOTMAN. Tempat ini dulunya tersimpan empat jenazah keluarga van Motman yang diawetkan pada kotak kayu persegi yang bagian atasnya ditutupi kaca, pemakaman seperti ini disebut Mausoleum. Sangat disayangkan, kondisi yang baik hanya dapat dipertahankan hingga tahun 1974 (7 tahun setelah Soeharto berkuasa - cikal bakal Bangsa ini kehilangan Budi Pekerti) karena dijarah oleh manusia produk Orde Baru yang notabene produk kapitalis. Sehingga manusia produk kapitalis tersebut, mengira bahwa di sini ada harta, bahkan marmer-marmer dinding nisan kuburan pun kini sudah tidak ada.

Ada 33 kuburan keluarga dan kerabat van Motman di halaman moseloeum. Salah satunya putri Van Motman yang bernama Maria Henrietta.

Di masa jayanya Van Motman juga membangun dua Landhuis (Rumah Peristirahatan). Pertama terletak di Daerah Jambu (yang tersisa tinggal bangunan Moseleum), yang kini bangunannya sudah hilang sama sekali. Kedua  terletak di dalam kompleks kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga, yang kini difungsikan sebagai guest house oleh IPB.

Sejarah
Pertanyaan yang sering menggelitik kita adaah, mengapa ada Moseleum di tempat yang kini sebagai tempat terpencil? Sejarahnya ternyata sangat berhubungan dengan perekonomian yang dahulu mayoritas di kuasai oleh usaha dari hasil perkebunan. 

Setelah perkebunan kopi dikembangkan Belanda di Batavia, kemudian Belanda mengadakan pemekaran hingga wilayah tetangga Batavia yakni Bogor. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Williem Daendels (1808-1811), ada seorang tuan tanah pemilik perkebunan Kopi yang bernama Van Motman.

Van Hotman yang saat itu sangat kaya raya, membuatkan penghormatan bagi keluarganya yang sudah tiada sebuah area Moseleum, yang dahulu di tempat ini disemayamkan empat jenazah dari keluarganya.

Tetapi dengan jalannya waktu, dimana Pemerintah Setempat tidak mengerti arti sejarah, maka Moseleum ini dibiarkan begitu saja, hingga menurut kabar yang beredar, pada tahun 1970-an Moseleum ini dijarah habis-habisan. Barang-barang yang memiliki nilai ekonomis, antara lain; kaca, besi, marmer, bahkan empat mayat keluarga Van Motman yang disimpan di Moseleum pun hilang tak berbekas. Hanya sisanya merupakan bangunan yang masih bisa kita saksikan saat ini.