Error
  • The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

Pengusaha Kulit di Ciomas Sering Diperas Preman

Para pengusaha kulit sapi dan kulit imitasi di Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, resah dengan aksi pemalakan yang dilakukan para preman. Setiap bulannya mereka harus mengeluarkan uang tak sedikit yang disebut para preman sebagai 'uang keamanan'.

Muhaimin, salah satu pengusaha kulit sapi yang menjadi korban pemalakan mengatakan, setiap bulan ia harus merogoh kocek Rp 50 ribu untuk duit keamanan. "Pengusaha lain bisa mencapai Rp 300 ribuan," ungkapnya saat berbincang dengan ROL, Kamis (18/4) siang.

Ayah satu anak ini, mengatakan, selain uang bulanan ia juga harus memberikan uang hari raya kepada preman. Contohnya saat Hari Raya Idul Fitri yang jumlahnya bisa mencapai Rp 600 ribu. Padahal, usahanya berkutat pada industri rumahan yang masuk dalam Usaha Kecil Menengah (UKM).

Pengusaha penjual bahan dasar pembuatan sepatu itu mengaku pernah tidak membayar uang keamanan. Hasilnya, tokonya dikerjai para preman. Kunci gembok yang dipakai untuk mengamankan tokonya pernah dilem hingga toko tidak bisa dibuka. "Jadinya sampai harus digergaji," aku Muhaimin.

Tak hanya itu, intimidasi berupa tindak kekerasan juga bakal diterima para pengusaha jika tidak membayar uang keamanan. Muhaimin mengatakan, ada seorang pengusaha kulit yang pernah akan dihajar para preman karena menolak untuk membayar uang bulanan.

Namun, jika membayar rutin dan tidak terlambat, preman tidak akan melakukan tindakan anarkis. Para preman itu akan bersikap kondusif jika uang keamanan selalu dibayar sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumber : http://berita.plasa.msn.com
Foto : Istimewa