Sehat Pedia

Wisata Sejarah Situs Jerman Arca Domas Kec. Ciawi Kab. Bogor

Adanya Kuburan Jerman Arca Domas di Desa Pasir Muncang, Gadog, Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor ini adalah bukti sejarah, mengenai adanya keterlibatan pasukan militer Jerman pada Perang Pasifik di wilayah Hindia Belanda dan umumnya di Asia Tenggara, yang terlewat dalam catatan sejarah.

Desa Pasir Muncang menjadi saksi sejarah, dimana terdapat kuburan sepuluh tentara Angkatan Laut Jerman yang tewas selama Perang Dunia II di Hindia Belanda.

Nama Arca Domas biasanya digunakan oleh orang Baduy Kanekes untuk sebuah tempat suci di daerah Baduy yang lokasinya dirahasiakan.Lantas mengapa tempat ini juga memakai sandi tersebut, hal ini karena sesuatu yang tidak umum, bahwa ada kuburan tentara asing di lokasi yang agak terpencil ini, yang juga tidak tercatat dalam sejarah, bahwa  ada tentara Jerman yang berperang di Hindia Belanda dalam Perang Pasifik.

Situs Kuburan Jerman Arca Domas terbagi menjadi tiga, memiliki deret kubur di sisi kiri kanan yang dibelah tengah oleh jalan yang berujung pada monumen, dan tiga buah arca. Arca tersebut adalah sebagai penghormatan terhadap Agama tua di Jawa, olehkarenanya mengapa tempat ini dinamakan Arca Domas. Arca Domas sendiri berarti delapan ratus patung.

Dari sisi kiri, sebaris dengan monumen, terlihat sebuah arca Ganesha, dan di sebelah kanan terdapat sebuah arca Buddha. Tepat di kanan depan monumen terdapat sebuah arca lagi yang berukuran lebih kecil yang sulit dikenali bentuknya.

Arca Buddha di sisi kanan Kuburan terbuat dari batu putih dengan sikap Bhumisparsa mudra, memanggil bumi sebagai saksi. Patung Ganesha dengan tatahan halus, duduk beralas tengkorak, lengkap dengan ornamennya.

Pada Monumen Angkatan Laut Jerman di bagian atas Kuburan terdapat tulisan “Dem Tapferen, Deutsch-Ostasiatischen Geschwader, 1914”, artinya; “Sang Pemberani, Skuadron Jerman – Asia Timur, 1914”, yang juga dilengkapi dengan catatan siapa yang membangun Kuburan ini, “Errichtet von Emil und Theodor Helfferich, 1926” yang artinya;  “Dibangun oleh Emil dan Theodor Helfferich, 1926”.

Mereka adalah dua bersaudara yang mendirikan monumen ini pada 1926 untuk mengenang tentara Angkatan Laut Jerman yang tewas pada Perang Dunia I, setelah mereka membeli tanah 900 hektar untuk dijadikan perkebunan teh. Keduanya kembali ke Jerman pada 1928 dan menyerahkan pengelolaan perkebunan teh ini kepada Albert Vehring.

Lima buah kuburan yang berada di sisi kanan, dengan nisan berbentuk Eisernes Kreuz atau Salib Besi. Dilengkapi dengan simbol salib besi dengan lambang Swastika di tengahnya sebagai penghargaan bagi tentara Jerman selama the "Third Reich" dalam Perang Dunia II. Sejak 1956, lambang ini kembali digunakan oleh militer Jerman, tanpa lambang Swastika.

Nama yang tertera pada nisan adalah: ObLt z. S. Friedrich Steinfeld Kdt U-195 15.12.1914 30.11.1945; Schiffszimmermann Eduar Onnen 14.12.1906 15.04.1945; Letnant z.S. W. Martens 10.1945; ObGefr Will Petschow 31.12.1912 28.09.1945, dan ObLt z.S. Willi Schlummer 12.10.1945. Nomor-nomor adalah tanggal lahir atau tanggal wafat saja.

Menuju Lokasi
Utuk menuju Situs Kuburan Jerman Arca Domas di Gadog, Ciawi, Bogor.  Keluar tol Jagorawi menuju pertigaan Gadog, Ciawi, + 50 meter dari pertigaan,  memotong jalan ke kanan, masuk Jl Pasir Muncang. Ada tanda “Situs Makam Jerman” di kanan jalan.

Jika naik Angkot Ciawi – Pasir Muncang, di simpangan Desa Pasir Muncung inilah turun, lanjut naik ojek ke Situs Makam Jerman Arca Domas.