Error
  • The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

MT Farm Berdayakan Peternakan yang Ramah Lingkungan

Sektor peternakan masih dipandang sebelah mata, baik oleh pemerintah maupun swasta. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi Budi Susilo Setiawan, Sarjana Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan menggeluti bidang peternakan.

Sejak masih menjadi mahasiswa, Budi Susilo Setiawan bersama Amrul Lubis, M Afnan W dan Bahrudin sudah berminat wirausaha. Setelah lulus, Budi S Setiawan beserta tiga orang kawannya, sesama alumni Fakultas Peternakan IPB mendirikan usaha penggemukan domba dan kambing yang bernama Mitra Tani Farm (MT Farm)

Bidang usaha yang dijalankan pada awalnya adalah penggemukan domba dan kambing, namun setelah berkembang usaha tersebut menjadi “pertanian terpadu berbasis peternakan”. Berlokasi di Jl Manunggal 51 No. 39 RT 004 RW 05 Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, MT Farm menjadi salah satu peternakan penggemukan dan penjualan domba di wilayah Jawa Barat.

“Berdiri sejak September 2004, dengan luas lahan 800 m2 sekarang sudah 1 hektar, diluar lahan sewa ada 5 hektar, dengan kapasitas tampung hewan 1500 ekor, MT Farm juga melakukan pembibitan dan pengembangbiakan domba, kambing dan sapi. Pengelolaan usaha ini menyerap warga sekitar sebagai karyawan,” demikian dipaparkan Budi S Setiawan, pemilik Mitra Tani Farm (MT Farm) kepada para peserta Training of Trainers (TOT) Fasilitator Indonesia Village Care 2012, Kamis (31/5/2012).

Pengolahan ternak sudah mulai dilakukan secara terpadu yaitu dengan menggunakan sistem manfaat, semua yang ada pada domba atau kambing seperti daging, kulit, tulang kepala sampai dengan kotoran dapat dimanfaatkan tanpa ada yang dibuang. Biasanya domba atau kambing yang akan digemukkan, didatangkan dari daerah lain. Pemberian vitamin untuk pemulihan kondisi ternak yang baru datang dan tidak lupa diberikan obat untuk pencegahan penyakit.

Domba yang akan digemukkan dimasukkan ke dalam penampungan sementara untuk istirahat, kemudian dicukur dan dimandikan. Proses selanjutnya domba dipindahkan ke dalam kandang penggemukan.

MT Farm juga mengupayakan pakan alami berupa rumput dan konsentrat. Pemasaran ternak MT Farm sendiri sebagian besar adalah lembaga aqiqah dan rumah potong hewan tradisional di wilayah Jabodetabek serta melayani kebutuhan masyarakat akan hewan kurban.

Selain itu, MT Farm juga mengelola limbah dari kotoran hewan. Kotoran tersebut diubah menjadi biogas dan pupuk untuk rumput. Hasil biogas itu bermanfaat untuk menyalakan api dan genset untuk areal peternakan. Sedangkan limbah lainnya dapat langsung digunakan untuk pupuk rumput.

Pengelolaan limbah ini sangat membantu peternakan dan juga masyarakat di daerah sekitar, karena mereka sudah tahu manfaatnya, antara lain mereka dapat menggunakan gas yang Cuma-cuma. Jadi hasilnya bisa dinikmati lebih besar untuk warga. Dengan sistem beternak yang diterapkan MT Farm, peternak dan masyarakat sekitarnya dapat enikmati manfaat yang lebih besar.

Sumber : http://csr.pkpu.or.id