Sehat Pedia

Masyarakat Babakan Madang Pertanyakan Fasos Fasum Sentul City

Masyarakat Kecamatan Babakan Madang, mendesak anggota DPRD Kabupaten Bogor, untuk menegaskan keberadaan Fasos dan Fasum, yang merupakan kewajiban pengembang, terutama pengembang perumahan Sentul City, yang menggunakan areal terluas di wilayah itu. Desakan tersebut disampaikan warga kepada para anggota dewan Daerah Pemilihan satu Kabupaten Bogor pada saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pemangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan di aula Kantor Kecamatan Babakan Madang, Senin (13/2/2012). "Menurut Peraturan Daerah Tata Ruang Kabupaten Bogor, pengembang diperbolehkan menyediakan Fasos Fasum di daerah lain, tetapi kalau semua fasos fasum dialokasikan di daerah lain, masyarakat yang daerahnya terkena proyek tidak bisa memanfaatkan fasos fasum tersebut untuk kebutuhan yang sangat penting," ujar Kukuh Sri Widodo, anggota komisi A DPRD Kabupaten Bogor.

Politisi Partai Gerindra tersebut menegaskan, kebutuhan lahan yang paling mendesak di Babakan Madang, khususnya di Desa Sumur Batu, adalah keterbatasan tanah makam karena desanya yang makin menyempit dipergunakan untuk perumahan. "Kalau Fasos fasum terus dialokasikan ke daerah lain yang jauh, tidak mungkin warga sini memakamkan ke Kecamatan Tanjungsari atau Cariu," tegas Kukuh.

Dalam kesempatan tersebut dia mengaku akan membawa hasil musrenbang tersebut, dan meminta pemerintah untuk mengakomodir kebutuhan warga, "Sebagai legislatif saya meminta eksekutif untuk merancang perda, jangan sampai fasos fasum di sediakan pengembang di daerah lain semuanya," paparnya.

Sumber : http://www.bogoronline.com/berita/masyarakat-babakan-madang-pertanyakan-fasos-fasum-sentul-city-208 (13/02/12)