Jakarta ( PEDIA ) - Infrastruktur terutama konektivitas penerbangan menjadi perhatian utama pemerintah daerah Sulawesi Tengah dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata yang tahun ini mentargetkan 3,825 juta wisatawan terdiri atas 75.000 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 3.750.000 pergerakan wisatawan nusantara (wisnus), demikian dijelaskan oleh Gubernur Palu Longki Djanggola,

Hal itu diutarakan Longki saat meluncurkan Calender of Event Sulawesi Tengah 2018 dihadiri langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya, Ketua DPRD H. Aminuddin, dan para Bupati dan Walikota Sulteng di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (17/7).

“Kami memiliki delapan even unggulan yang digelar sepanjang 2018. Dari situ, dua di antaranya Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) ke-3 dan Festival Pesona Lipuku ke-2 masuk dalam 100 Wonderful Event Indonesia 2018,” ujar Longki.

Penyelenggaraan delapan even unggulan Sulteng 2018 yaitu Festival Pesona Palu Nomoni  (FPPN) 2018 ke-3 akan berlangsung di Teluk Palu pada 28 September hingga 3 Oktober mendatang dan mentargekan 100 ribu pengunjung; Festival Pesona Lipuku 2018 ke-2 akan berlangsung di Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una pada 2-6 November 2018 mentargetkan kunjungan 3.000 wisatawan.

Selain itu even Togean Internasional Oceanic akan berlangsung di Pulau Togean pada 7-11 Agustus 2018; lomba balap sepeda internasional Tour de Central Celebes ke-2 yang akan mengambil  start dari Kabupaten Banggai pada 14 Oktober dan finish di Palu pada 18 Oktober 2018; Festival Teluk Tomini ke-6 akan berlangsung di Parigi, Kabupaten Parigi Moutong pada 14-16 Oktober 2018.

Festival Danau Tektonik Poso ke-22 akan berlangsung di Tentena, Kabupaten Poso pada 15-19 Oktober 2018; Festival Teluk Tomori ke-5 di Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara pada 19-23 Oktober 2018; dan Festival Pulau Dua ke-2 akan berlangsung di Luwuk, Kabupaten Bangga pada 27-28 Oktober 2018.

Menteri Arief Yahya berharap kedepan akses Bandara Mutiara SIS Al-Jufri di Palu bisa ditingkatkan menjadi internasional sehingga membuka jalur penerbangan langsung guna memudahkan wisman kesana. Karena kekuatan Palu ada di wisata bahari, dengan ikon Taman Nasional Togean, yang dinilai oleh Menpar Arief sebagai salah satu destinasi _underwater_ terbaik di Indonesia.

Sayangnya Ampana, kota terdekat ke Togean, jaraknya sekitar 370 km dari Palu atau delapan jam perjalanan darat. Karena itu aksesibilitas dibutuhkan demi konektivitas ke destinasi unggulan seperti Pulau Togean sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.

“Sulteng bisa mencontoh Kabupaten Banyuwangi setelah memiliki bandara internasional sektor pariwisatanya tumbuh 300%, begitu pula Kabupaten Tapanuli Utara setelah memiliki Bandara Internasional Silangit pariwisata di Destinasi Danau Toba naik hingga tiga kali lipat,” jelas Menpar Arief. Tahap awal Bandara Palu bisa dimulai dengan melakukan _charter flights_ dan Kemenpar siap memberikan subsidi penerbangan ini (pn/ab) | Foto: Dok.Kemenpar | Jaringan Tanah Impian

IMAGE Bali Masih Jadi Tujuan Favorit Wisatawan Indonesia
Wednesday, 08 May 2019
Jakarta ( PEDIA ) - Bali, dengan sederet festival tengah tahunnya, telah muncul sebagai tujuan utama bagi wisatawan Indonesia, berdasarkan data... Read More...
IMAGE Bakamla Tenggarai Aset Negara RI Menyebar Hingga Ke Tual
Thursday, 09 May 2019
Tual/Maluku ( PEDIA ) - Program “Ayo Inventarisasi BMN (Barang Milik Negara) 2018” Bakamla RI menyentuh hingga ke Tual, dengan kedatangan tim... Read More...
IMAGE Aksi Damai untuk Amankan CSR
Sunday, 12 May 2019
Jakarta ( PEDIA ) - Aksi damai yang dilakukan puluhan mahasiswa dengan menamakan dirinya Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) berunjuk rasa di depan... Read More...
IMAGE Era Revolusi Industri 4.0 Hasil Hutan Bukan Kayu akan Dioptimalkan
Saturday, 11 May 2019
Jakarta ( PEDIA ) – Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Industri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen PHPL-KLHK), Hilman... Read More...