Jakarta ( PEDIA ) - Bandara baru New Yogyakarta International Airport/NYIA di Kulon Progo, sebentar lagi akan diresmikan penggunaannya. Serinf diinfokan bandara ini memiliki landas pacu/runway terbaik di Indonesia, dengan panjang 3.200 meter, lebar 75 meter. Berbagai jenis pesawat badan lebar pun bisa mendarat di NYIA.

Namun, diantara kecanggihan teknologi di NYIA, ada pula sebuah instrumen untuk mengukur kondisi cuaca sekitar bandara yang juga hebat di bandara ini. Hebatnya lagi, alat ini buatan anak bangsa, dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika/BMKG dengan nama Irmavia atau lengkapnya IRMAvia 1.0 Automated Weather Observing System/Awos. “Alat ini dipasang di pinggir atau ujung landasan. Dari hasil alat ini terkoneksi ke Air Traffic Control untuk memutuskan pesawat bisa take off atau landing,” ucap Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG.

Alat seperti ini biasanya impor yang sudah terpasang di ratusan bandara Indonesia. Nah, dengan hadirnya Irmavia, lambat laun ketergantungan kita dengan alat pengamat cuaca untuk Bandar Udara produk luar negeri bisa dikurangi. Irmavia ini, bisa melalukan pengamatan cuaca bandara dengan otomatis yang dapat dikonfigurasi sepenuhnya memberikan informasi dan laporan real time secara terus-menerus mengenai kondisi cuaca bandar udara.

Alat ini menyediakan informasi yang dibutuhkan dalam aktifitas penerbangan berupa parameter suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, arah dan kecepatan angin, jarak pandang dan tinggi awan. Informasi ini lalu ditransmisikan ke stasiun meteorologi penerbangan dan layanan navigasi untuk panduan tinggal landas dan lepas landas pesawat terbang. Irmavia juga miliki konfigurasi yang mudah dirancang dan dapat dilakukan kustomisasi jumlah sensor, media komunikasi, catu daya dan desain tampilan yang lebih tepat untuk kondisi cuaca di Indonesia (ma) | Foto: Istimewa | Jaringan Tanah Impian