Infiltrasi Budaya

Infiltrasi Budaya adalah menyusupnya Budaya Asing yang merusak Kebudayaan Asal
Dari media sosial dapat terjadi pertukaran, atau bahkan infiltrasi budaya asing.
Infiltrasi budaya asing terjadi secara perlahan tapi pasti, ke dalam kehidupan masyarakat kita.
Budaya yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia, banyak menginfiltrasi kehidupan dan pergaulan generasi muda kini.

Sedihnya lagi, budaya yang buruk yang justru lebih banyak ditiru, oleh kamu muda kita.

Saat ini banyak Infiltrasi Budaya asing yang telah melemahkan bangsa Indonesia.

Seperti budaya Arab, Cina dan India yang cenderung menyalahkan orang lain.

Juga budaya Barat, dengan pergaulan bebasnya, serta pesta minum-minuman keras.

Contoh lainnya adalah budaya pop Korea atau yang lebih ngetrend dengan istilah K-pop.

Gaya atau cara berpakaian artis Korea yang kurang cocok dengan budaya Indonesia banyak ditiru oleh anak muda jaman sekarang.

Ini terkadang dijadikan standar penilaian gaul atau tidaknya seseorang.

Begitu juga dalam berbahasa, mereka sering berbicara dengan gaya berlebihan.

Saat ini, pergerakan para generasi muda ke arah pembangunan nasionalisme masih minim.

Para generasi muda kita saat ini cenderung hidup materialistis, hedonis, dan kurang memiliki wawasan nusantara.

Bahkan tidak sedikit yang tidak hafal Pancasila.

Hal yang paling menyedihkan adalah lemahnya mereka dalam berbahasa Indonesia.

Ini merupakan salah satu tanda dari retaknya cermin budaya bangsa.

Pergeseran moral kaum muda makin jauh dari norma budaya ketimuran.

Pertahanan budaya nasional menjadi sangat lemah akibat lengahnya para ‘garda bangsa’ menjaga norma budaya dasar di negeri ini.

Hilangnya kurikulum pendidikan nasional Budi Pekerti, membuat celah Infiltrasi Budaya

Hanya sedikit penjelasan mengenai sejarah perjuangan bangsa kita.

Sekarang sekolah-sekolah sebagai media pendidikan generasi muda cenderung fokus pada nilai eksakta alias menjunjung tinggi IQ daripada EQ.

Banyak anak-anak yang memiliki “otak encer” yang tembus tes uji masuk perguruan tinggi negeri namun tidak lulus ujian nasional.

Penanaman budaya dasar bangsa seharusnya bisa ditanamkan dari lingkungan terdekat terlebih dahulu, yakni keluarga dan sekolah.

Dengan demikian, budaya-budaya asing yang berdampak buruk bisa dieliminir dan para garda bangsa kita dapat menjunjung tinggi budaya bangsanya.

Sinetron Bisa Jadi Alat Agitasi

Film Indonesia
Jakarta (Pedia) Tidak sengaja seminggu yang lalu, saya cuti, sehingga sempat nonton TV saat jam 19an. Sambil cari-cari chanel, saya pun bertanya kepada anak [...]